0

Tidak Ada Yang Salah Dengan Impian Kita

Posted by Aan Hendarto on 14 Mei 2012 in Catatan Harian |

Ketika beranjak dewasa, saya ingin menemukan sesuatu yang dapat mengubah hidup saya. Sesuatu yang spesial dan dapat membuat saya lebih menghargai hidup, terhadap saya sendiri dan orang lain di kemudian hari bila itu benar-benar pantas. Mungkin anda pernah mengalami masa-masa ini. Dimana anda berusaha meraih tujuan demi masa depan yang anda inginkan. Hingga menemukan kesulitan yang tidak pernah anda duga sebelumnya. Hidup tidak mudah bila menginginkan yang jauh lebih baik. Seperti cita-cita yang anda impikan dari dulu.

Saya tidak menceritakan kisah di film atau senetron. Banyak kisah inspiratif yang dapat kita ambil dari perjalanan hidup. Seperti kehidupan para nabi, pahlawan, atau kisah seseorang yang memberi pandangan tentang bagaimana orang tersebut memberi pencerahan dalam hidup anda, memberi semangat untuk tetap berusaha. Dari keluarga, teman, atau kekasih tercinta.

Dalam berusaha, kita pasti dihadapkan dengan banyak rintangan. Jangan berharap rintangan itu tidak ada, karena itu sangat mustahil. Bila berani berusaha, harus berani mengahadapi rintangan. Rintangan membuat kita banyak belajar. Dari kegagalan dan kesuksesan yang kita dapatkan.

Begitu juga dengan impian kita. Berani punya impian harus berani mewujudkannya. Bukan sekedar pemanis mulut belaka, tapi wujudkan dalam realita. Ini karakter yang harus dimiliki oleh pemilik impian itu. Impian yang kuat akan membuat keyakinan yang kuat, sementara keyakinan itu akan membantu menciptkan realita. Realita itu adalah wujud impian yang telah tercapai.

Impian dan realita berjalan beriringan. Dimana kita akan melihat kenyataan yang sesungguhnya dan masih dalam rencana. Impian ada di dalam pikiran dan hati. Sesuatu yang belum menjadi realita. Bila ingin mewujudkannya, tentunya harus memiliki aksi ke arah impian itu. Kita harus rela berkorban. Kadang kehilangan dan bercengkerama dengan sepi. Sesuatu atau seseorang yang kita cinta atau yang membuat kita dekat dan nyaman, tiba-tiba menghilang begitu cepat. Sangat menyakitkan. Terasa tersayat-sayat. Dada terasa sangat sesak hingga terlalu sering menghela napas dengan berat. Tapi semua itu menjadi bagian yang harus dihadapi. Sebagai bentuk pembelajaran. Tuhan tidak akan memberi tanggung jawab lebih bila orang yang diuji tidak tahan uji. Itu seperti anda memilih kuda balap. Anda pasti lebih memilih kuda yang lebih kencang larinya daripada kuda yang malas berlari dan lebih suka makan saja.

Tidak ada yang salah dengan impian kita. Bila itu dilakukan dengan benar. Jangan hanya memiliki impian tapi malas beraksi. Tentunya ini tidak sebanding dengan yang akan didapat nanti. Kita juga harus melihat realita. Karena realita akan menunjukan impian itu menjadi nyata atau hanya ada di dalam kepala. Jadikan impian itu sangat kuat, hingga menjadi keyakinan untuk melakukan aksi. Semoga keyakinan itu membantu kita dalam menciptakan realita yang kita tuju nanti.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Copyright © 2010-2014 Aan Hendarto All rights reserved.