Hujan di Malam Sabtu
Gelap malam awan-awan terlupakan Perlahan-lahan menitikan air hujan Berhembus angin melewati ventilasi Merayapi kulit dingin sekali Aku tarik selimut di kegelapan Mencoba sekeras mungkin melupakan Seiring hati memperbaiki kata-kata Untuk membenahi kesalahan yang ada
Rupa Itu
Kadang sesuatu membuatku tidak banyak bicara Tapi terasa bergemuruh di dalam jiwa Seolah hati bertutur tiada akhir Mengajakku sedalam mungkin untuk berpikir Saat matahari tenggelam dunia berubah temaram Warna-warna mulai kabur runtuh pada sang malam Dan pikiranku telah terperangkap rupa Bersemayam untuk sekian lama
Dinding Hati
Yang berhembus dari pesan rindu Seolah menembus dinding batu Memagari hati yang lama nyeri Telah menarikku dari sunyi Mungkin aku tidak bisa tunjukan Buah-buah rasa sebagai bentuk perhatian Seperti kata-kata manis darimu Yang terkadang membuatku membisu
Selamanya Kau
Manakala malam telah menjadi sepi Untuk sekian lama aku sendiri di sini Kau ambil hatiku untuk menemani Memberi damai, mengusir sunyi Bila pun jarak memisah Hati kita tak akan goyah Di sana kau menuntun hatiku Di sini aku menuntun hatimu
Dalam Kebesaran Cinta
Lama aku berdoa Di tengah malam berlindung redup cahaya Menatap dinding seolah benakku melukis Wajah ayu yang tersenyum manis Tak aku sengaja mengulang namamu Hatiku bergetar merasa rindu Dalam renung sunyi malam Saat gelap tak lagi mencekam
Rasaku
Ia tak merubah langit biru Dengan gulungan awan kelabu Merangkak perlahan dan pasti Setiap kali ia pergi Aku lihat detik berputar Berdenting membuat sepi bergetar Segala upaya untukku percaya Merawat benih-benih hingga menuai hasilnya
Sudi Turun ke Bumi
Lembar-lembar daun jatuh dari pohon mahoni Tertiup angin kian kemari Datanglah ia dengan sangat anggun Menarik banyak pandangan berkerumun Tubuhnya menebar bau harum Berjalan sambil berbalas senyum Manis sekali berlimpah ruah Orang-orang menyapanya sangat ramah
Menahan Rindu
Bila ada seseorang di luar sana yang kau tunggu Yang menempati separuh ruang hatimu Binar rona wajahnya penuh gelora Dan sering membuatmu menghela Kau bukanlah satu-satunya Kita masih memiliki perasaan sama Ini adalah kebenaran dalam hatimu Cinta membuatmu sangat merindu
Jembatan Kasih
Langit gelap tertutup awan Sorot cahaya menembus kegelapan Sunyi malam ini, aku berjalan sendiri Pulang ke rumah larut malam sekali Hingga kemudian hujan turun amat lebat Dan keringatku telah menjadi pekat Aku menggigil mengganti pakaianku Menahan dingin yang terasa membeku
Ciptakan Rindu
Saya melukis anda dalam bayangan Seiring terjatuh gerimis hujan Dalam memori samar-samar Menggigil bunga-bunga liar Menggulung awan di bawah langit Cerah birunya terhimpit Terselubung bersama gemuruh angin Yang tersentuh oleh dingin







