Pendosa
Aku tak ingin menangis di depanmu
Tapi aku juga tak ingin terlihat kuat
Bila kau sentuh tubuhku, kau bilang aku kasar
Bila kau sentuh hatiku, kau bilang aku lembut
Apa yang kau rasa sangatlah berbeda
Dari sudut pandang sebagai wanita, aku tak bisa merasa
Apakah tulang rusukku adalah jelmaan dirimu yang cantik jelita?
Aku tak dapat mengira
Kau hinakan aku
Tapi kau juga muliakan aku
Kau benci aku
Tapi kau sayangi aku
Kau sebut aku brengsek
Tapi kau menyesali perbuatanmu
Kusebut kau mulia
Tapi kau tak mau
Apakah kita sama-sama pendosa?
Kau mengangguk dan bilang setuju
Apakah ini yang kau mau?
Kau bilang, “Janganlah munafik. Kita adalah pendosa.”







