0

Pendosa

Posted by on 20 April 2011 in Puisi |

Aku tak ingin menangis di depanmu
Tapi aku juga tak ingin terlihat kuat
Bila kau sentuh tubuhku, kau bilang aku kasar
Bila kau sentuh hatiku, kau bilang aku lembut

Apa yang kau rasa sangatlah berbeda
Dari sudut pandang sebagai wanita, aku tak bisa merasa
Apakah tulang rusukku adalah jelmaan dirimu yang cantik jelita?
Aku tak dapat mengira

Kau hinakan aku
Tapi kau juga muliakan aku
Kau benci aku
Tapi kau sayangi aku
Kau sebut aku brengsek
Tapi kau menyesali perbuatanmu

Kusebut kau mulia
Tapi kau tak mau
Apakah kita sama-sama pendosa?
Kau mengangguk dan bilang setuju

Apakah ini yang kau mau?
Kau bilang, “Janganlah munafik. Kita adalah pendosa.”

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Copyright © 2010-2014 Aan Hendarto All rights reserved.