0

Menggunakan Bahasa dan Kata-kata Yang Tepat Untuk Berbicara

Posted by Aan Hendarto on 8 Mei 2012 in Catatan Harian |

Manusia butuh bersosialisasi dan berkomunikasi. Secara langsung maupun tidak langsung. Seperti melalui sosial media, komunitas, lingkungan rumah, dan hubungan pertemanan. Dalam seni berbicara, kita perlu melihat dan memahami lawan bicara kita. Apakah mereka mengerti yang kita bicarakan atau tidak. Komunikasi yang baik tentunya dapat dimengerti kedua belah pihak, memberi pengaruh untuk membahas lebih jauh lagi, dan dapat menempatkan pada situasi yang tepat. Tentunya kita tidak akan berbicara sembrono di khalayak ramai karena itu menimbulkan efek tidak baik.

Dalam kondisi tertentu, kita harus menyesuaikan kata-kata agar lebih mudah dimengerti. Jangan memakai istilah-istilah rumit bila berbicara di hadapan orang atau banyak orang yang tidak mengerti istilah-istilah itu. Bila memaksakan berbicara dengan istilah-istilah itu, orang tersebut akan bingung dan perbincangan menjadi membosankan. Ini tindakan yang tidak cerdas dalam berkomunikasi. Carilah padanan kata yang dapat dimengerti.

Bagaimana kita dapat tahu kalau istilah-istilah yang kita gunakan tidak dimengerti lawan bicara kita?

Kita dapat mengetahuinya dari latar belakang lawan bicara. Bagaimana kalau orang itu baru kita kenal? Mungkin butuh sedikit waktu untuk mengetahui latar belakang orang tersebut. Kita dapat berbicara lebih santai, berkenalan, dan membuka sedikit identitas kepada orang tersebut. Seperti nama, pekerjaan, dan tempat tinggal. Jangan buka semua identitas karena kita juga punya rahasia dan privasi yang orang tersebut tidak boleh tahu. Untuk berjaga-jaga saja.

Tidak usah malu berbicara sopan. Mengunakan bahasa yang baik dan benar meski tidak selalu formal. Dalam adat jawa, ada tingkatan dalam penggunaan bahasa, dimana kita dapat menemukan penggunaan yang semakin halus dan santun untuk orang yang lebih dewasa dari kita. Tapi bukan berarti kita tidak menghormati yang lebih muda.

Dalam bahasa Indonesia tidak ada tingkatan itu. Kita perlu menempatkan diri, dimana dan dengan siapa kita sedang berbicara. Saat saya diminta ke depan untuk menjelaskan sesuatu oleh asisten dosen, yang kebetulan situasi saat itu benar-benar sangat santai, saya juga ikut hanyut dalam situasi itu dan dengan tidak berdosa menggunakan bahasa sehari-hari seperti saya berbicara dengan teman-teman saya, dengan menggunakan “bahasa gaul.” Anda pasti dapat menembak peristiwa apa yang akan terjadi selanjutnya. Ya, anda benar! Ruangan menjadi bergemuruh dengan tawa. Tapi meskipun begitu, ada beberapa mahasiswa di belakang bingung melihat situasi itu karena keasyikan mengobrol dengan teman di sebelahnya.

Jadi, perlu kesadaran dari kita untuk menempatkan kata-kata dan bahasa dalam berbicara. Kita dapat berbicara dengan menggunakan bahasa sehari-hari dengan seseorang atau teman-teman kita, tapi tidak di acara atau situasi yang menutut kita berbicara formal. Ini menjadi penting untuk memahami apakah yang kita bicarakan dimengerti oleh lawan bicara kita.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Copyright © 2010-2014 Aan Hendarto All rights reserved.