0

Menantimu Dengan Air Mata

Posted by Aan Hendarto on 27 Juni 2012 in Puisi |

Matahari terhalang di puncak bukit
Memancarkan cahaya terang ke langit
Terjatuh cahaya putih kelabu di kaki bukit
Awan-awan putih bermunculan menahan cahaya langit

Menjelma tubuhmu dalam kabut yang sangat lembut
Tersenyum anggun, membuatku tertegun menyambut
Tapi menghilang saat aku dekati
Menyadarkan kalau itu hanya ilusi

Perasaan ini semakin kuat
Membuat kenyataan kalau cintamu sangat dekat
Menatap jauh menembus cakrawala
Rindu kuat terasa, mengalirkan air mata

Kini saatnya aku terbangun dari mimpi
Melepas jerat asmara, menahannya dalam hati
Tuhan menciptakanmu sebagai kekasih setia
Entah berapa lama, aku menantimu dengan air mata

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Copyright © 2010-2014 Aan Hendarto All rights reserved.