Merajut Asa
Mengucap doa merajut asa Endapkan jerit hati yang lara Terus mencoba meski menahan letih Kuatkan impian terhujam perih Lewati ruang-ruang sepi Pastilah gelap akan bertepi Bawa lentera cahaya hati Terangilah jalan hidup ini
Hujan di Malam Sabtu
Gelap malam awan-awan terlupakan Perlahan-lahan menitikan air hujan Berhembus angin melewati ventilasi Merayapi kulit dingin sekali Aku tarik selimut di kegelapan Mencoba sekeras mungkin melupakan Seiring hati memperbaiki kata-kata Untuk membenahi kesalahan yang ada
Rupa Itu
Kadang sesuatu membuatku tidak banyak bicara Tapi terasa bergemuruh di dalam jiwa Seolah hati bertutur tiada akhir Mengajakku sedalam mungkin untuk berpikir Saat matahari tenggelam dunia berubah temaram Warna-warna mulai kabur runtuh pada sang malam Dan pikiranku telah terperangkap rupa Bersemayam untuk sekian lama
Dinding Hati
Yang berhembus dari pesan rindu Seolah menembus dinding batu Memagari hati yang lama nyeri Telah menarikku dari sunyi Mungkin aku tidak bisa tunjukan Buah-buah rasa sebagai bentuk perhatian Seperti kata-kata manis darimu Yang terkadang membuatku membisu
Perbedaan
Melebur kehidupan di dalam jiwa kita Terasa erat dipeluknya Di dalam hati mengucap doa-doa Senantiasa berlindung pada Sang Pencipta Masihkah kau anggap hati kita begitu lemah? Di saat kita satukan langkah Berkerumun banyak beda Aku tak risau tentangnya
Kenangan
Ketika kita terhanyut oleh masa lalu Mengulas kumpulan cerita terbelenggu Seolah melihat peristiwa-peristiwa Yang terekam dengan sangat sempurna Seperti saat sedang diliputi kekacauan Seolah hanya ada perlindungan Tuhan Mengasihi kehidupan kita Hati kita tertempa
Selamanya Kau
Manakala malam telah menjadi sepi Untuk sekian lama aku sendiri di sini Kau ambil hatiku untuk menemani Memberi damai, mengusir sunyi Bila pun jarak memisah Hati kita tak akan goyah Di sana kau menuntun hatiku Di sini aku menuntun hatimu
Dalam Kebesaran Cinta
Lama aku berdoa Di tengah malam berlindung redup cahaya Menatap dinding seolah benakku melukis Wajah ayu yang tersenyum manis Tak aku sengaja mengulang namamu Hatiku bergetar merasa rindu Dalam renung sunyi malam Saat gelap tak lagi mencekam
Rasaku
Ia tak merubah langit biru Dengan gulungan awan kelabu Merangkak perlahan dan pasti Setiap kali ia pergi Aku lihat detik berputar Berdenting membuat sepi bergetar Segala upaya untukku percaya Merawat benih-benih hingga menuai hasilnya
Tidak Sendiri
Ketika kau mencoba begitu keras Kadang tubuhmu menjadi lemas Diserbu begitu banyak masalah Hingga keyakinanmu mulai goyah Kau tidak sendiri Semua orang pernah mengalami Adakalanya sesuatu menjadi begitu buruk Seolah semua sudah terpuruk







