0

Bangkit Dari Keterpurukan

Posted by Aan Hendarto on 6 Mei 2012 in Catatan Harian |

Terjatuh dalam berusaha akan menjadi hal biasa mana kala kita menargetkan tujuan yang lebih tinggi. Hal yang paling penting adalah kembali bangkit untuk terus berusaha. Butuh energi sangat besar untuk kembali bangkit. Menyakinkan diri kalau semua rencana tidak akan sirna begitu saja. Keyakinan tinggi adalah unsur penting yang diperlukan saat proses itu berlangsung. Jangan buang waktu dengan sia-sia untuk terlalu lama memikirkan sesuatu yang menurunkan mental atau sesuatu yang lebih buruk lagi. Karena di saat itu, kita telah menahan sakit dan derita. Jaga semangat agar tidak terjatuh lebih dalam lagi. Dalam situasi seperti ini, kita dituntut untuk bersabar dan lebih banyak berusaha. Menggunakan metode yang berbeda agar tidak terjatuh ke lubang yang sama.

Ada banyak cara untuk mendapatkan motivasi. Kita dapat membaca buku sambil bersantai dengan mendengarkan musik yang membangkit semangat, berkumpul dengan teman-teman untuk berbagi pengalaman dan pemikiran, atau mengikuti pelatihan. Tapi yang lebih penting dari itu, yaitu terus berusaha hingga kita dapat meraih tujuan. Kita tidak bisa mendapatkan tujuan dengan hanya membaca buku saja, atau mengikuti pelatihan dan traning saja. Karena realitas menuntut kita untuk melakukan aksi, bukan sekedar teori.

Jadikan kegagalan pelajaran untuk kembali beraksi. Melakukan usaha demi meraih tujuan. Tidak ada yang sia-sia selama kita dalam tuntunan yang benar. Kita tidak merencanakan kesalahan atau kegagalan, tapi itu adalah proses perjalanan yang harus kita hadapi. Supaya kita banyak belajar, tidak melakukan kesalahan yang sama, menjadi orang yang lebih baik lagi dan lebih kuat dari sebelumnya. Untuk menjadikan pelajaran hidup agar lebih baik lagi adalah ilmu yang penting dari berusaha. Kita akan merasakan kenikmatan berusaha saat kita berhasil mendapatkan apa yang menjadi tujuan kita. Mengenang saat-saat genting yang menjadi bagian kenangan terindah dalam hidup kita. Saat kita berbagi cerita dengan keluarga, dengan istri, anak-anak kita, sanak saudara, atau dengan teman-teman seperjuangan, atau tetangga kita.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Copyright © 2010-2014 Aan Hendarto All rights reserved.